Nov 12, 2010

Pak Nelayan

 
Rustamin • “Pak Nelayan”

“Buat saya, masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat menyenangkan. Oleh karena itu saya amat menyayangkan, meskipun lagu-lagu anak jaman dahulu masih diajarkan sampai sekarang namun tertutup oleh lagu-lagu yang kurang berkualitas, yang dihasilkan era masa kini.

Lagu Pak Nelayan terinspirasi ketika saya sedang jalan-jalan di sebuah desa di pantai. Saat itu saya bertemu dengan sesosok anak kecil sedang menunggu ayahnya.”

Nov 9, 2010

Krisis Lagu Anak-anak

Ternyata banyak juga lho pandangan mengenai lagu anak di Indonesia! Yuk kita lihat cerita dari littleprincess berikut ini dalam curhatannya di ngerumpi.com




Di Indonesia ternyata krisis nggak cuman finansial saja, tapi lagu anak-anak pun bisa krisis. Saya belum jadi orang tua, tapi bener-bener miris dengan kurangnya lagu anak-anak di jaman sekarang. Semenjak jaman Tasya yang lucu, imut-imut dan menggemaskan memang sepertinya pentas lagu anak-anak di Indonesia sedang tertidur pulas.


Yang lagi mengalir deras bak air sungai Ciliwung di kala hujan adalah lagu-lagu band, rada-rada melayu. Temanya diselingkuhin, patah hati. Karena memang kurangnya lagu anak, praktis mereka cuman tahu lagu-lagu dewasa ini diperparah dengan peran media (televisi) yang membombardir anak-anak dengan lagu-lagu dewasa.




Nov 6, 2010

Aku Jadi Mentari



Rudi P. • “Aku Jadi Mentari”

“Saya rasa anak negeri ini butuh sesuatu untuk menyemangati mereka. Soalnya di tengah-tengah jaman seperti ini banyak sekali input-input ‘negatif’ dari luar yang bisa men-distract pola pandang mereka. ‘Aku jadi Mentari’ diharapkan bisa jadi penyemangat untuk menjadi hero bagi masa depan.”